Sabtu, 16 November 2019

Cerita Tentang Hikmah

    Suatu hari ada seorang petani yang kesehariannya pantang lelah untuk mencangkul kebun miliknya. Mulai pagi hingga petang dia selalu bekerja dengan semangat, tidak peduli sengatan sinar matahari yang membakar kulitnya, dinginnya deras hujan yang membasahinya, juag tidak jarang banyak burung-burung yang mengganggu hasil panennya tidak ketinggalan dengan hama yang selalu mengusiknya.

   Suatu saat, tibalah waktu panen yang selama ini ditunggu-tunggu. mulai dari sayuran sampai buah-buahan. Mengelilingi ladang atau sawah yang ia miliki untuk memetik hasil panennya, secara teratur dia memetik buah apel dan dengan lembutnya dia memetik cabai tidak ketinggalan timun suri yang telah menguning menggiurkan siap untuk santap.

   Ketika dia memetik timun suri, dia sejenak terdiam sambil berpikir, menggerutu dalam hatinya bernada protes bercampur bingung “  Tuhan itu tidak adil, kenapa  timun suri yang buahnya besar tetapi pohonnya kecil? seharusnya buahnya besar pohonnya pun juga besar .”
 
   Lalu bergegaslah dia kembali kerumahnya dengan senang karena membawa hasil panen yang melimpah. Dipertengahan perjalanan pulang sontak buah rambutan jatuh tepat mengenai batang hidungnya. Lalu dia menangis merasa malu karena sesaat sebelum buah rambutan jatuh tepat mengenai batang hidungnya, dia memvonis bahwa tuhan tidaklah adil. “ Kalau begitu, memang tuhan Maha adil, tidak tahu bagaimana jadinya hidungku ini, kalau misalnya buah rambutan besarnya seperti pohonnya, bisa hancur hidungku bahkan bisa mati aku” Gumam hatinya.

Kerajaan Islam Awal di Tanah Melayu


 
Warga Daerah Lingga, Aceh Tengah

Dakwah islam yang telah menyebar di Tanah Melayu sejak abad ke-7 masehi ( Abad awal hijrah ) hingga pada abad ke-8  secara konsisten oleh pedagang-pedagang Arab. Meskipun tidak ada kerajaan islam yang terbentuk di Tanah Melayu pada abad ke-7 dan ke-8 masehi, namun namun masyarakat setempat banyak yang mempercayai para pedagang yang sering berurusan dengan pedagang-pedagang Arab yang telah masuk islam.
Pada Awalnya, Tanah Melayu didominasi bahkah hampir seluruhnya menganut kuat ajaran Hindu-Budha, namun dakwah islam yang disebarkan di Tanah Melayu berlangsung aman dan damai.
Sultan Pertama        :Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz
Tahun Berdiri          :840 masehi
Dinasti                     : Aziziyah dan Makhdum
Sebab runtuh          : Kebangkitan Kerajaan Islam Samudera Pasai dan wilayah   Kerajaan Perlak disatukan dibawah pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai.
Sultan Terakhir       : Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Syah Johan (1263-1292)
Pada tahun 820 masehi, satu rombongan pendakwah yang di pimpin oleh seorang ulama terkenal dengan nama Nahkoda Khalifah telah mendarat di Perlak (saat ini berada di daerah Aceh bagian Utara). Dengan berjumlah anggota 100 orang Arab, Parsi dan Hindi (India). Melalui rombongan ini menjadi sebab awal berdirinya kerajaan islam di Tanah Melayu.
Ali ibn Muhammad ibn Ja’far Ash-Shadiq yang merupakan keturunan Rasulullah SAW. Merupakan salah satu yang berasal dari rombongan tersebut menikahi Puteri Perlak yang bernama Puteri Makhdum Tansyuri. Dari mereka, lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Sayyid Abdul Aziz. Setelah beranjak dewasa, Sayyid Abdul Aziz mendirikan kerajaan islam yang  pertama di Tanah Melayu yaitu Kerajaan Perlak sekitar tahun 840 masehi dengan gelar Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz.
Dakwah islam pun sedikit demi sedikit tersebar di sekitar wilayah Perlak dengan adanya madrasah dan pusat pengajian dan juga beberapa pendakwah diutus sebagai contoh pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan yang memerintah perkiraan mulai tahun 1012-1059 Masehi seorang ulama yang bernama Syiekh Sirajuddin telah diutus ke Lingga di daerah Aceh Tengah untuk berdakwah, hasilnya, Raja lingga yang bernama Adi Genali telah memeluk agama islam.[1]


[1] Hasanuddin Yusuf, Tun Suzana Tun Othman. Miftahul Malayu, Sejarah Islam Alam Melayu, hal. 59-60.2018




Minggu, 03 Desember 2017

Kejujuran

Jaman boleh berganti tetapi etika tetap dijunjung tinggi, teknologi semakin canggih tetapi kemanusian tidak boleh tersisih, kreatifitas dan inovasi yang semakin bersaing tetapi rasa menghargai tidak boleh sirna di dalam diri. 
 
Banyaknya kriminalitas yang terjadi di bumi pertiwi tidak berarti menggeserkan nilai kejujuran di dalam hati. Karena kejujuran sumber kebaikan yang akan membawa empunya semakin rupawan entah dalam sikap atau dalam kepribadian. 
 
Manusia yang sempurna adalah mereka yang selalu mengatakan kejujuran meskipun kebohongan manis dihadapankan, mereka yang selalu konsisten dalam pendirian meskipun rintangan selalu beriringan, mereka yang selalu tegar dalam mengahadapi masalah tetapi tidak lupa memberikan senyuman yang merekah bagi siapapun yang berjumpa,mereka yang selalu mendengungkan kebaikan meskipun ditengah-tengahnya terjadi perselisihan.
 
Semua kebaikan memiliki dampak yang positif bagi pelakunya, jangan takut untuk berbuat demikian karena kebaikan dan hati nurani tidak pernah bersebrangan, Jangan takut untuk melakukan kejujuran karena kejujuran mengajarkan arti kebenaran, buanglah sifat dusta karena hal itu mengundang murka Sang Maha Kuasa, ambillah hikmah dari setiap masalah karena hikmah menjadikan hidup semakin indah, pahamilah keadaan saat ini karena profesionalisme tidak akan lahir tanpa menguasai kondisi.
 
Krisis kejujuran telah melanda negeri ibu pertiwi yang haus akan orang orang yang jujur serta berbaik hati, tidak memandang golongan apapun karena kejujuran dimiliki oleh siapapun yang bisa dilontarkan dan diucapkan kapanpun sehingga dalam keadaan bagaimanapun akan terasa manis dan terlihat santun. 
 
KARENA KEJUJURAN AKAN LAHIR DARI PROSES PEMBIASAAN.

Rabu, 29 November 2017

Mengajar?

Jika ada yang bertanya siapakah orang hebat itu ? siapakah yang mencetak orang-orang hebat? siapakah yang menganggap orang-orang yang bergelimang harta atau materi serta kedudukan yang tinggi itu adalah orang yang hebat ?.
Persepsi kita seakan mengatakan orang yang hebat adalah orang yang memiliki kekuatan tubuh yang besar dan tak terkalahkan diajang pertarungan atau mungkin orang yang selalu disorot berbagai macam media karena popularitasnya.
Lantas, siapakah orang yang sejatinya benar-benar layak disebut hebat? yang kehebatannya itu harus dijadikan tauladan bagi yang lainnya itu atau ditularkan kepada sesama tentu untu menjadi orang yang hebat pula.
Sebuah kata yang tidak asing di telinga kita namun terasa aneh bila dijadikan sebuah panutan, sebuah perbuatan yang dipandang kecil namun nyatanya bernilai besar, sebuah kegiatan yang melelahkan namun pada hakikatnya mencetak orang-orang yang berjiwa besar. Satu hal yang perlu dipahami dan diresapi bahwa kesuksesan datang tidak lain dan tidak bukan karena perbuatan orang hebat tersebut. Ketahuilah orang hebat itu biasa kita sebut sebagai GURU (Pengajar).
Perkembangan IPTEK dan berbagai macam kemajuan segala bidang seolah melupakan kita akan sejarah dan kejadian yang dialami oleh Rasulallah SAW. Sebuah hadist mengatakan :
خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم ذات يوم فرأى مجلسين أحدهما يدعون الله عزّ و جلّ و يرغبون إليه, و الثانى يعلمون الناس. فقال : أما هؤلاء فيسألون الله تعالى فإن شاء فـعطاهم و إن شاء منعهم, وأما هؤلاء فيعلمون الناس, إنما بعثت معلما. ( الحديث : ابن ماجه من حديث عبدالله ابن عمرو بسند ضعيف ).
Tentang hadist diatas bahwa Rasululla SAW. pun diutus sebagai muallim atau pengajar atau kita sebut guru. Akan pentingnya peran guru terhadap sosok orang-orang sukses yang menghasilkan pribadi seperti Ibn Mas’ud R.A, Abbas ibn Abdul Muthollib, Zaid ibn Tsabit dan para Ashhab lainnya bahkan sampai saat ini kita mendapatkan sanad keilmuan dari mereka hingga bersambung sampai Rasulullah SAW.
Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا. (متفق عليه من حديث عبد الله ابن عمرو ).
Adapun jika kita menggap kegiatan mengajar yang dilakukan ole guru itu merupakan kegiatan yang membosankan atau bahkan diremehkan, ketahuilah pemimpin-pemimpin besar lahir dari pena mereka karena jasanya yang begitu besar. Jika hal itu terjadi maka hadist diatas seakan mengancam kita untuk bertindak hati-hati terhadap guru yang mengakibatkan kerusakan umat .
Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepada guru-guru kita khususnya, umumnya untuk kita semua Amin Ya rabbal ‘alamin...

Jumat, 03 November 2017

المذاكرات اليومية




هي التي تشمل كل حادثات أو وقائع أو خبرات أو فكرات  تقع طول الأيام و تخطر في الفؤاد بكتابتها المرتبة على القراطيس المهيأة. و عدم النسيان بوضع تاريخ الواقع و أمكنته و من شارك على مشاركته مع إعطاء آرائنا الملاءمة. بمجردها نقدر على استفاد أوقاتنا النافعة و تنظيمها, و علينا بفعل ذلك و إيانا وتبذير الأوقات و الفرص المتوفرة سواء كانت طلبة أو مواظفين أو مدرسين تدرسون فى أنواع المدارس. و بكتابتها نقدر على تذكرة أعمالنا المذمومة سابقا لإصلاحها في المستقبل. كم من شبان لا يغتنمون أوقاتهم الفارغة لإملائها بالأعمال الصالحة, و لديهم كثير من أوقاتهم المترامية بالأعمال العابثة. فحي على اغتنام أوقتنا و تنظيمها لأن الوقت كالسيف إن لم تقطعه قطعك كما قيل.

Jumat, 26 Februari 2016

Muslimah Pertama yang Gugur Disiksa Kafir Quraisy








Assalaamualaikum Ikhwaanul Muslimiin ....


Adalah seorang istri dari Yassir dan ibu dari Ammar bin Yasir, juga seorang budak dari Abu Huzaifah bin Mughirah  berasal dari Yaman yang dikawini oleh Yasir bin Amir, sehingga dikaruniai seorang putra bernama Ammar.
Pada awal dakwah Nabi Muhammad SAW. di Mekkah, keluarga Yassir mendapat hidayah dari Allah SWT. untuk beriman, tetapi keimanan mereka harus mendapat ujian dari kalangan kaum kafir quraisy. keluarga Yassir pun disiksa oleh mereka dengan cara yang sangat kejam diantaranya adalah Sumayyah Ummu Ammar yang menjadi korban wanita pertama dalam islam.
Adapun tujuan penyiksaannya yaitu  :
  1. Untuk memaksa agar mereka yang telah masuk islam itu kembali kepada kepercayaan semula.
  2. Untuk menakut-nakuti, agar warga lain tidak berani untuk masuk islam.
  3. Untuk membuat gentar Nabi Muhammad SAW. dan para sahabat yang sudah masuk islam 
Penyiksaan itu ditujukan pada awalnya hanya kepada golongan yang lemah seperti para budak, orang miskin dan pendatang. Tanggung jawab penyiksaan diserahkan kepada tuan dan kabilah yang menjadi pelindung mereka masuk islam. Sedangkan koordinator penyiksaan adalah Bani Makhzum. Dalam prakteknya, siapa saja boleh menyiksa kaum muslimin dari golongan lemah ini. Hal ini dimungkinkan karena pada saat itu tidak ada pemerintahan yang berkuasa yang menegakkan keadilan, dan bagi golongan lemah tidak ada yang membela.
Adapun Sumayyah telah memberikan contoh yang terhormat yang tak sudi mengikuti kemauan para penyiksanya. Ketika ia dipaksa untuk memuja berhala mereka, ia diam seribu bahasa, semantara siksaan dari derita diterimanya dengan sabar tanpa keluhan hingga membangkitkan keputus asaan Abu Jahal yang kemudian menusukkan lembingnya pada Sumayyah binti Hayyath hingga gugur lah ia sebagai syuhada.



#Ensiklopedi_mini_Sejarah_dan_Kebudayaan_Islam@151

Rabu, 24 Februari 2016

Sang Pembaca Al-Quran Pertama di Hadapan Kaum Kafir




ASSALAAMUALAIKUM......

Ikhwaanul muslimin yang dirahmati Allah SWT.
Dalam dunia islam banyak muslimin dari kalangan sahabat rasul  yang sering membaca Al-Quran, namun ada sebuah pertanyaan yang menarik. Siapa yang pertama kali yang membacakan Al-Quran di depan orang-orang kafir ?
 Dialah orang pertama yang berani membacakan Al-Quran dengan suara nyaring di depan kerumunan orang-orang kafir Makkah. Siapakah dia?.................
Sosok yang hanya seorang pengembala kambing milik Utbah bin Mu'aith. Sesudah masuk islam, selain ia rajin mengikuti pengajian di rumah Al Arqam bin Abil Arqam, juga dibimbing srcara pribadi oleh Khabbab bin Arts dalam membaca Al-Quran, dialah Abdullah bin Mas'ud.
Pada suatu pembicaraan di rumah Al-Arqam, para sahabat memandang perlu adanya kejutan untuk orang-orang kafir dengan membacakan Al-Quran di tempat yang ramai. Hal itu memang sudah lama tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW.
"Saya!"seru salah seorang sahabat yang hadir di tempat itu sambil mengangkat tangannya. Namun para sahabat yang lainnya keberatan, mereka menginginkan agar yang membacakannya itu dari sahabat yang memiliki kerabat yang disegani, hingga orang-orang kafir tidak berani melakukan tindak penganiayaan.
"Biarlah saya, Allah akan membalanya!", serunya sekali lagi. Lalu dia pergi ke ka'bah, disana banyak orang-orang  berkerumun. Maka dibacakanlah dengan suara yang nyaring dan merdu surat Ar-Rahman 1-6 :
    
الرحمن
علّم القرآن
خلق الإنسان
علّمه البيان
الشمس و القمر بحسبان
و النجم والشجر يسجدان
Artinya : 

Allah yang Maha Rahman
Yang telah mengajarkan Al-Quran 
Dialah pencipta insan
Dan mengajarinya pandai berbicara
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan
 Tetumbuhan dan pepohonan sujud....

Mereka orang orang kafir sejenak terpesona dengan keindahan isi yang dibacakannya dan kemerduan suranya. Syair macam apakah gerangan, begitu indah susunannya dan demikian agungnya isinya !. Siapah penggubahnya ?
Namun setelah mereka perhatikan pembacanya mulai mereka kenal, Abdullah bin Mas'ud, bekas penggembala kambing Utbah bin Mu'aith yang telah menjadi pengikut Muhamad. " Itu sihir Muhammad", seru mereka. Maka terjadilah apa yang tidak diharapkan, namun telah diduga sebelumnya. Mereka bangkit berebut memukulinya, sedangkan Abdullah bin Mas'ud meneruskan bacaanya sampai batas kesadarannya.
Namun Abdullah bin Mas'ud merasa lega telah dapat menunaikan salah satu tugas penting dari agama yang dianutnya, ia rela meneria segala akibat yang di dapat.
Itulah dia Abdullah bin Mas'ud yang pada keislamannya didoakan oleh Rasulullah SAW. untuk menjadi orang terpelajar dan kemudian menjadilah ia sosok yang dikagumi oleh kalangan sahabat. 
Kini, bacaan Al-Qurannya menjadi rujukan para qori dan ia pun dipandang sebagai ahli fiqh saat itu.
Seorang penggembala kambing hanya dengan bermodal iman yang kuat dan keberanian, ia bangkit menekuni ilmu dari Rasulullah SAW.


#Ensiklopedi_mini_Sejarah_Kebudayaan_Islam

Artikel Populer

Kerajaan Islam Awal di Tanah Melayu

  Warga Daerah Lingga, Aceh Tengah Dakwah islam yang telah menyebar di Tanah Melayu sejak abad ke-7 masehi ( Abad awal ...