Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2020

Cara Bekerja yang Baik dan Benar

Memperbaiki akhlak merupakan salah satu misi diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah Saw. karena akhlak mampu mengendalikan diri seseorang ke arah positif maupun sebaliknya. Diantara akhlak yang baik yang diajarkan oleh Islam adalah Bekerja Keras.

Penjelasannya akan saya bagi menjadi beberapa bagian.

1.    Dasar dan Niat Kerja Keras

2.      Peranan Kerja Keras dalam Kehidupan

3.      Adab Bekerja dalam Islam

1.      Dasar dan Niat Kerja Keras

Secara bahasa kerja keras terdiri dari dua kata, yaitu ‘kerja’ dan ‘keras’ kerja adalah melakukan suatu pekerjaan (perbuatan), keras berarti gigih, bersungguh-sungguh. Kerja keras adalah berusaha dan berjuang dengan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu untuk menggapai suatu tujuan.

Allah Swt berfirman :

وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Artinya : "Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S at-Taubah:105)

Memanfaatkan tenaga, pikiran,waktu dan tempat juga merupakan kerja keras sehingga tidak menimbulkan akibat yang buruk baik fisik maupun mental. Dalam islam pun harus diseimbangkan antara bekerja keras dengan doa, sehingga hasil yang dicapai akan berbuah manis dan menjadi berkah Insya Allah.



2.      Peranan Kerja Keras dalam Kehidupan

Pekerjaan yang kita kerjakan mempunyai peranan penting dalam kehidupan seseorang diantaranya :

a.       Meningkatkan taraf hidup;

b.      Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari;

c.       Mengembangkan bakat dan keterampilan;

d.      Membentuk pribadi yang bertanggung jawab kepada diri dan siapapun;

e.       Menjalin hidup bermasyarakat;

f.        Menyehatkan jasmani dan rohani; dengan bergerakya otot-otot dan pikiran juga bertambah cerdas.

3.      Adab Bekerja dalam Islam

a.       Bekerja dengan ikhlas karena Allah Swt.

b.      Itqan dan bersungguh-sungguh dalam bekerja

c.       Jujur dan amanah

d.      Menjaga etika sebagai seorang muslim

e.       Tidak melanggar prinsip-prinsip syariah

f.        Menghindari syubhat

g.      Menjaga ukhuwah islamiyyah





Sumber:Buku Paket PAI dan Budi Pekerti Kelas XII,Graffindo Media Pratama

              https://tafsir.learn-quran.co/id

Rabu, 18 November 2020

Kisah Seorang Sahabat yang Berbicara dengan Tuhannya

Seseorang yang hidup sezaman dan bertemu serta mengimani apa-apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.  kemudian wafat dalam keadaan iman dan islam merupakan pengertian yang masyhur tentang Shahabat. Rasulullah SAW. telah meninggalkan 2 perkara yang agung, dengannya kita tidak akan sesat  Insya Allah di kemudian hari yaitu Al-Qur'an dan Sunnah-sunnah Rasulullah SAW.

Para Sahabat yang mulia banyak memiliki Karomah serta anugerah dari Allah SWT. berkat keteguhan hatinya dalam menjalankan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Salah satunya adalah Abdullah ibnu Amr ibnu Haram Al-Ansari

Source : Alamy.com



Hadist Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:3/361, Imam Tirmidzi No.3010, Ibnu Majah No.190, Ibnu Hibban 9/83, dan Ibnu Ashim 1/267. Bahwa Jabir bin Abdullah R.A, ia berkata : " Aku bertemu dengan Rasulullah Saw beliau bertanya kepadaku" : "Wahai Jabir apakah gerangan yang membuatmu tampak bermuram durja "? akupun menjawab : " Wahai Rasulullah bagaimana tidak, ayahku telah gugur dalam pertempuran, sedangkan ia meninggalkan anak-anak yang mamsh kecil dan hutang". Lalu Rasulullah Saw. bersabda : " apakah engkau engkau ingin aku beritakan tentang apa yang ditemui ayahmu dihadapan Allah Swt. ?" Aku menjawab : " Tentu Ya Rasulullah. " Maka Rasulullah Saw. bersabda : " Tidak pernah sekalipun Allah berbicara dengan seorang manusia, kecuali dari balik tabir atau hijab, dan beruntung sekali bagi ayahmu, Allah berbicara langsung kepadanya tanpa pembatas, ayahmu lalu berkata" :" Ini yang aku harapkan," dan ia berkata : "Ya Allah hidupkan aku kembali sehingga aku bisa terbunuh di jalanMu sekali lagi." Lalu Allah Swt. berfirman: 

وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمۡوَٰتًا ۚ بَلۡ أَحۡيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُونَ

"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki,"

( Q.S Ali Imran : 169 )


Selasa, 25 Agustus 2020

Sang Pembaca Al-Quran Pertama di Hadapan Kaum Kafir

ASSALAAMUALAIKUM......

Dalam dunia islam banyak muslimin dari kalangan sahabat rasul  yang sering membaca Al-Quran, namun ada sebuah pertanyaan yang menarik. Siapa yang pertama kali yang membacakan Al-Quran di depan orang-orang kafir ?

 Dialah orang pertama yang berani membacakan Al-Quran dengan suara nyaring di depan kerumunan orang-orang kafir Makkah. Siapakah dia?.................

Sosok yang hanya seorang pengembala kambing milik Utbah bin Mu'aith. Sesudah masuk islam, selain ia rajin mengikuti pengajian di rumah Al Arqam bin Abil Arqam, juga dibimbing srcara pribadi oleh Khabbab bin Arts dalam membaca Al-Quran, dialah Abdullah bin Mas'ud.

Pada suatu pembicaraan di rumah Al-Arqam, para sahabat memandang perlu adanya kejutan untuk orang-orang kafir dengan membacakan Al-Quran di tempat yang ramai. Hal itu memang sudah lama tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW.

"Saya!"seru salah seorang sahabat yang hadir di tempat itu sambil mengangkat tangannya. Namun para sahabat yang lainnya keberatan, mereka menginginkan agar yang membacakannya itu dari sahabat yang memiliki kerabat yang disegani, hingga orang-orang kafir tidak berani melakukan tindak penganiayaan.

"Biarlah saya, Allah akan membalanya!", serunya sekali lagi. Lalu dia pergi ke ka'bah, disana banyak orang-orang  berkerumun. Maka dibacakanlah dengan suara yang nyaring dan merdu surat Ar-Rahman 1-6 :

    

الرحمن

علّم القرآن

خلق الإنسان

علّمه البيان

الشمس و القمر بحسبان

و النجم والشجر يسجدان

Artinya : 

 

Allah yang Maha Rahman

Yang telah mengajarkan Al-Quran 

Dialah pencipta insan

Dan mengajarinya pandai berbicara

Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan

 Tetumbuhan dan pepohonan sujud....

 

Mereka orang orang kafir sejenak terpesona dengan keindahan isi yang dibacakannya dan kemerduan suranya. Syair macam apakah gerangan, begitu indah susunannya dan demikian agungnya isinya !. Siapah penggubahnya ?

Namun setelah mereka perhatikan pembacanya mulai mereka kenal, Abdullah bin Mas'ud, bekas penggembala kambing Utbah bin Mu'aith yang telah menjadi pengikut Muhamad. " Itu sihir Muhammad", seru mereka. Maka terjadilah apa yang tidak diharapkan, namun telah diduga sebelumnya. Mereka bangkit berebut memukulinya, sedangkan Abdullah bin Mas'ud meneruskan bacaanya sampai batas kesadarannya.

Namun Abdullah bin Mas'ud merasa lega telah dapat menunaikan salah satu tugas penting dari agama yang dianutnya, ia rela meneria segala akibat yang di dapat.

Itulah dia Abdullah bin Mas'ud yang pada keislamannya didoakan oleh Rasulullah SAW. untuk menjadi orang terpelajar dan kemudian menjadilah ia sosok yang dikagumi oleh kalangan sahabat. 

Kini, bacaan Al-Qurannya menjadi rujukan para qori dan ia pun dipandang sebagai ahli fiqh saat itu.

Seorang penggembala kambing hanya dengan bermodal iman yang kuat dan keberanian, ia bangkit menekuni ilmu dari Rasulullah SAW.

 

 

#Ensiklopedi_mini_Sejarah_Kebudayaan_Islam

 

Sabtu, 16 November 2019

Cerita Tentang Hikmah

    Suatu hari ada seorang petani yang kesehariannya pantang lelah untuk mencangkul kebun miliknya. Mulai pagi hingga petang dia selalu bekerja dengan semangat, tidak peduli sengatan sinar matahari yang membakar kulitnya, dinginnya deras hujan yang membasahinya, juag tidak jarang banyak burung-burung yang mengganggu hasil panennya tidak ketinggalan dengan hama yang selalu mengusiknya.

   Suatu saat, tibalah waktu panen yang selama ini ditunggu-tunggu. mulai dari sayuran sampai buah-buahan. Mengelilingi ladang atau sawah yang ia miliki untuk memetik hasil panennya, secara teratur dia memetik buah apel dan dengan lembutnya dia memetik cabai tidak ketinggalan timun suri yang telah menguning menggiurkan siap untuk santap.

   Ketika dia memetik timun suri, dia sejenak terdiam sambil berpikir, menggerutu dalam hatinya bernada protes bercampur bingung “  Tuhan itu tidak adil, kenapa  timun suri yang buahnya besar tetapi pohonnya kecil? seharusnya buahnya besar pohonnya pun juga besar .”
 
   Lalu bergegaslah dia kembali kerumahnya dengan senang karena membawa hasil panen yang melimpah. Dipertengahan perjalanan pulang sontak buah rambutan jatuh tepat mengenai batang hidungnya. Lalu dia menangis merasa malu karena sesaat sebelum buah rambutan jatuh tepat mengenai batang hidungnya, dia memvonis bahwa tuhan tidaklah adil. “ Kalau begitu, memang tuhan Maha adil, tidak tahu bagaimana jadinya hidungku ini, kalau misalnya buah rambutan besarnya seperti pohonnya, bisa hancur hidungku bahkan bisa mati aku” Gumam hatinya.

Minggu, 03 Desember 2017

Kejujuran

Jaman boleh berganti tetapi etika tetap dijunjung tinggi, teknologi semakin canggih tetapi kemanusian tidak boleh tersisih, kreatifitas dan inovasi yang semakin bersaing tetapi rasa menghargai tidak boleh sirna di dalam diri. 
 
Banyaknya kriminalitas yang terjadi di bumi pertiwi tidak berarti menggeserkan nilai kejujuran di dalam hati. Karena kejujuran sumber kebaikan yang akan membawa empunya semakin rupawan entah dalam sikap atau dalam kepribadian. 
 
Manusia yang sempurna adalah mereka yang selalu mengatakan kejujuran meskipun kebohongan manis dihadapankan, mereka yang selalu konsisten dalam pendirian meskipun rintangan selalu beriringan, mereka yang selalu tegar dalam mengahadapi masalah tetapi tidak lupa memberikan senyuman yang merekah bagi siapapun yang berjumpa,mereka yang selalu mendengungkan kebaikan meskipun ditengah-tengahnya terjadi perselisihan.
 
Semua kebaikan memiliki dampak yang positif bagi pelakunya, jangan takut untuk berbuat demikian karena kebaikan dan hati nurani tidak pernah bersebrangan, Jangan takut untuk melakukan kejujuran karena kejujuran mengajarkan arti kebenaran, buanglah sifat dusta karena hal itu mengundang murka Sang Maha Kuasa, ambillah hikmah dari setiap masalah karena hikmah menjadikan hidup semakin indah, pahamilah keadaan saat ini karena profesionalisme tidak akan lahir tanpa menguasai kondisi.
 
Krisis kejujuran telah melanda negeri ibu pertiwi yang haus akan orang orang yang jujur serta berbaik hati, tidak memandang golongan apapun karena kejujuran dimiliki oleh siapapun yang bisa dilontarkan dan diucapkan kapanpun sehingga dalam keadaan bagaimanapun akan terasa manis dan terlihat santun. 
 
KARENA KEJUJURAN AKAN LAHIR DARI PROSES PEMBIASAAN.

Rabu, 29 November 2017

Mengajar?

Jika ada yang bertanya siapakah orang hebat itu ? siapakah yang mencetak orang-orang hebat? siapakah yang menganggap orang-orang yang bergelimang harta atau materi serta kedudukan yang tinggi itu adalah orang yang hebat ?.
Persepsi kita seakan mengatakan orang yang hebat adalah orang yang memiliki kekuatan tubuh yang besar dan tak terkalahkan diajang pertarungan atau mungkin orang yang selalu disorot berbagai macam media karena popularitasnya.
Lantas, siapakah orang yang sejatinya benar-benar layak disebut hebat? yang kehebatannya itu harus dijadikan tauladan bagi yang lainnya itu atau ditularkan kepada sesama tentu untu menjadi orang yang hebat pula.
Sebuah kata yang tidak asing di telinga kita namun terasa aneh bila dijadikan sebuah panutan, sebuah perbuatan yang dipandang kecil namun nyatanya bernilai besar, sebuah kegiatan yang melelahkan namun pada hakikatnya mencetak orang-orang yang berjiwa besar. Satu hal yang perlu dipahami dan diresapi bahwa kesuksesan datang tidak lain dan tidak bukan karena perbuatan orang hebat tersebut. Ketahuilah orang hebat itu biasa kita sebut sebagai GURU (Pengajar).
Perkembangan IPTEK dan berbagai macam kemajuan segala bidang seolah melupakan kita akan sejarah dan kejadian yang dialami oleh Rasulallah SAW. Sebuah hadist mengatakan :
خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم ذات يوم فرأى مجلسين أحدهما يدعون الله عزّ و جلّ و يرغبون إليه, و الثانى يعلمون الناس. فقال : أما هؤلاء فيسألون الله تعالى فإن شاء فـعطاهم و إن شاء منعهم, وأما هؤلاء فيعلمون الناس, إنما بعثت معلما. ( الحديث : ابن ماجه من حديث عبدالله ابن عمرو بسند ضعيف ).
Tentang hadist diatas bahwa Rasululla SAW. pun diutus sebagai muallim atau pengajar atau kita sebut guru. Akan pentingnya peran guru terhadap sosok orang-orang sukses yang menghasilkan pribadi seperti Ibn Mas’ud R.A, Abbas ibn Abdul Muthollib, Zaid ibn Tsabit dan para Ashhab lainnya bahkan sampai saat ini kita mendapatkan sanad keilmuan dari mereka hingga bersambung sampai Rasulullah SAW.
Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا. (متفق عليه من حديث عبد الله ابن عمرو ).
Adapun jika kita menggap kegiatan mengajar yang dilakukan ole guru itu merupakan kegiatan yang membosankan atau bahkan diremehkan, ketahuilah pemimpin-pemimpin besar lahir dari pena mereka karena jasanya yang begitu besar. Jika hal itu terjadi maka hadist diatas seakan mengancam kita untuk bertindak hati-hati terhadap guru yang mengakibatkan kerusakan umat .
Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepada guru-guru kita khususnya, umumnya untuk kita semua Amin Ya rabbal ‘alamin...

Kamis, 12 November 2015

POLA BERPIKIR PEMUDA MODERN

                        
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai urgensi yang sangat besar terhadap perkembangan pemuda, tindakan dan karakter yang timbul dalam dirinya senantiasa terpengaruhi oleh keadaan lingkungannya, sebab lingkunganlah merupakan  salah satu faktor yang  berperan sangat penting akan perkembangan jiwa para pemuda, hasrat pemuda untuk menciptakan ide dan kreativitasnya tergantung kondisi lingkunganlah yang dapat merubah hal itu, jika lingkungannya baik maka pemudanya pun akan baik, jika lingkungannya buruk maka hancurlah masa depan pemuda dengan sendirinya.
Keresahan yang dialami oleh pemuda zaman sekarang ini akan menimbulkan efek negatif yang akan meracuni kehidupannya. Ketidakserasian pemuda dengan apa yang di inginkan oleh masyarakat sering terjadi perpecahan dan konflik yang akan menggemparkan ke masyarakat luas, dengan kata lain pemikiran pemuda yang menginginkan kemajuan dalam hal apapun semestinya dipelihara dengan baik melalui pendidikan yang tarbawi dan islami guna menjadi wadah untuk penyaluran keinginan dan cita-citanya ke jalur yang benar. Saat ini mayoritas pemuda selalu melakukan pekerjaan yang ada dihadapannya tanpa memikirkan resiko yang ia terima, padahal dibalik perbuatannya akan menimbulkan hasil yang kurang baik yang semestinya tidak dirasakan oleh banyak orang, namun sebaliknya minoritas sekali pemuda yang selalu melakukan suatu perbuatan yang tulus dalam dirinya serta niat yang kokoh untuk mencapai sebuah perdamaian dan perkembangan untuk kepentingan umat.
Dalam keadaan apapun, kesetiaan dan kepekaan pemuda akan menjadi senjata untuk melindungi masyarakat dari marabahaya yang menimpanya, karena pemuda mempunya jiwa yang tangguh serta pemikirannya yang dapat merubah situasi menjadi baik. Sangat disayangkan apabila pemuda kurang bersemangat untuk mengeluarkan kreativitas dan keahliannya dalam bidang apapun, itu karena minimnya pengawasan dari berbagai pihak yang bertanggung jawab.
Disatu pihak remaja berusaha berlomba-lomba dan bersaing dalam menimba ilmu, tetapi dilain pihak remaja berusaha menghancurkan nilai-nilai moralnya sebagai manusia. Hal ini sangat memprihatinkan bagi kita semua. Memang tingkah laku mereka hanyalah merupakan masalah kenakalan remaja, tetapu lama-kelamaan menuju suatu tindakan kriminalitas yang sangat meresahkan.

Pada umunya kenakalan remaja ini dilakukan oleh anak yang berumur antara 15-18 tahun. Masa remaja merupakan masa dimana sedang beralihnya masa anak-anak menuju masa kedewasaan. Pada masa ini jiwa mereka masih labil dan mereka tidak memiliki pegangan yang pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan nalar, perbuatan itu mereka lakukan dalam mencari jati diri mereka sebenarnya.
Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.
Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved[1]. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.
Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan dirinya sendiri, lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa.
Masalah remaja sebagai usia bermasalah. Setiap periode hidup manusia punya masalahnya sendiri-sendiri, termasuk periode remaja. Remaja seringkali sulit mengatasi masalah mereka. Ada dua alasan hal itu terjadi, yaitu : pertama; ketika masih anak2, seluruh masalah mereka selalu diatasi oleh orang-orang dewasa. Hal inilah yang membuat remaja tidak mempunyai pengalaman dalam menghadapi masalah. Kedua; karena remaja merasa dirinya telah mandiri, maka mereka mempunyai gengsi dan menolak bantuan dari orang dewasa.
Rujukan yang akan menjadi keberhasilan muda adalah bercermin dari karakteristik orang-orang terdahulu yang selalu membuahkan kesuksesan dalam menjalani kehidupannya, dengan adanya target serta prinsip yang ditanam dalam hati maka akan menimbulkan sebuah ambisi yang besar untuk mewujudkan keberhasilannya, lantas apa yang menyebabkan para pemuda gagal mewujudkan harapannya ?. Ada 2 hal untuk menjawab pertanyaan tersebut :
1)    Tidak yakin akan potensi dirinya.
Sebuah potensi yang dimiliki seseorang layaknya dibina dengan cara yang intensif agar dapat membantunya dalam mewujudkan impian dan harapannya.
2)    Kurangnya usaha dan berdoa
Hal ini merupakan sangat penting bagi siapapun yang menginginkan kesuksesan bagi dirinya sendiri maupun khalayak karena usaha dan doa adalah ciri dari seseorang yang benar berniat untuk menggapai sebuah kesuksesan yang telah dirancang dari jauh-jauh hari

Seorang pemuda memiliki jiwa pemimpin yang sangat mendalam yang dilahirkan untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Pemimpin yang sebenarnya adalah pemimpin yang lahir dari masyarkatnya. Ia adalah orang prihatin atas situasi dan kondisi yang melanda masyarakatnya, lantas ia memberikan kepedulian dengan memberikan advokasi dan pembelaan. Ia adalah orang yang mencintai masyarakat dan berat hati mereka dalam kesulitan. Ia adalah orang yang dengan cintanya selalu berusaha mencari solusi atas problematik yang ia hdapi. Demikian itulah yang dirasakan oleh baginda Rasulullah SAW., sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT. dalam Al-quran :

لَقَدْ جَاءَ رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزُ عَلَيْهِ مَا عَنِتْتُمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ
{ التوبة:١٢٨}
Artinya : Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. ( At-Taubah: 128 )
Oleh karena itu, kepedulian terhadap problem umat atau masyarakat merupakan satu indikasi yang harus terpenuhi pada para pemimpin. Bila ia tidak peduli dengan problem umat, bagaimana ia akan memimpin kaum yang ia sendiri bukan bagian dari mereka ?. Tentang kepeduliaan ini Rasulullah SAW. bersabda, “ Barang siapa tidak peduli dengan urusa kaum muslimin maka ia bukan bagian dari mereka. (H
R. Thabrani).”
Macam apa, dan seberat apapun problem yang dihadapi oleh suatu masyarakat, akan menentukan sekaliber apakah pemimpin yang lahir untuk menyelesaikan problem itu. Oleh karena itulah, masing-masing nabi yang diutus Allah SWT. membawa mukjizat dan syariat tersendiri sesuai dengan tuntutan dan realitas zamannya. Untuk menghadapi Jalut dan bala tentaranya, Allah SWT. mengirim Thalut dan Daud a.s. Untuk menghadapi diktatorisme. Fir'aun yang kekuasaannya telah mengakar dan menggurita, Allah SWT. mengutus Musa dan Harun, untuk mereformasi sistem jahiliyah di seluruh dunia hingga hari kiamat, diutuslah sayyidul anbiya wal mursalin, Muhammad SAW. dan begitulah seterusnya. Unutk mereformasi kerusakan yang sistemik seperti yang tengah melanda Indonesia, perlu pemuda dan pemimpin yang kualified dengan kepemimpinannya.





[1](Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988)

Artikel Populer

Kerajaan Islam Awal di Tanah Melayu

  Warga Daerah Lingga, Aceh Tengah Dakwah islam yang telah menyebar di Tanah Melayu sejak abad ke-7 masehi ( Abad awal ...